- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Rizieq Shihab Mengaku Keselamatannya Terancam di Indonesia
Potret Berita – Ansufri Idrus Sambo selaku Presidium Alumni gerakan massa 2 Desember 2016 mengatakan bahwa perlakuan yang diterima Rizieq dari pihak aparat sudah tidak adil. Bahkan beberapa kali ada skenario untuk menyerang secara pribadi yang berakibat fatal mulai dari pencemaran nama baik hingga ditembak oleh sniper.
Keberadaan Rizieq sekarang ini memang sedang banyak diperbicarakan dan dipertanyakan. Pasalnya sudah beberapa kali Rizieq tidak menghadiri panggilan dari kepolisian untuk melakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya sejak bulan lalu.
Menurut informasi yang diterima oleh kepolisian, Rizieq sedang berada di Arab Saudi bersama dengan keluarganya untuk menunaikan ibadah Umroh. Namun belakangan ini usai beribadah, Rizieq tidak langsung kembali ke Indonesia.
Ia memilih untuk singgah ke Malaysia dan menyelesaikan program pendidikannya. Dikutip dari beberapa media pemberitaan, Kamaluddin Nurdin Marjuni selaku Kepala Program Dakwah dan Manajemen Islam Universitas Sains Islam Malaysia turut membenarkan hal tersebut. Kamaludin menjadi promotor Riziew dan mengatakan bahwa Ia bertemu dengan Rizieq untuk berkonsultasi mengenai disertasi.
“Saat ini sudah berada di semester sembilan. Seharusnya sudah dapat menyelesaikan program doktornya pada akhir tahun 2015 atau semester tujuh,” ungkap Kamaludin.
Sementara, Sugito Atmo Prawiro selaku kuasa hukum Rizieq juga mendengar hal yang sama. Rizieq sudah berada di Malaysia sejak tiga hari yang lalu. Namun belum diketahui apakah Rizieq ikut didampingi oleh keluarga yang juga menyertai selama di Arab Saudi atau tidak.
Ia mengaku terkejut dengan berbagai pemberitaan dan pendaapt yang berkembang terkait dengan Rizieq karena banyak yang menyebutnya ingin menghindari proses hukum yang sudah menantinya di Indonesia. Setidaknya ada dua kasus yang tengah diselidiki oleh pihak kepolisian yaitu materi pembicaraan percakapan bermuatan pornografi dengan Firza Husein dan penodaan terhadap Pancasila.
“Ia akan pulang ke Indonesia. Rizieq bukan tipe orang yang cengeng meski banyak yang melabelinya melarikan diri. Itu hanya ritme dan strategi yang sedang diatur agar bisa tepat sasaran.
Sugito juga ikut menilai kasus hukum yang menimpa Rizieq bermuatan politis. Hal itu juga turut disampaikan oleh Rizieq ketika berdiskusi dengannya melalui saluran telepon.
“Rizieq mengatakan bahwa ada sentimen sakit hati dari para pihak penguasa kepada dirinya. Pertama, karena Ahok kalah dalam Pilkada dan kemudian diikuti dengan vonis penjara yang dijatuhkan kepada Ahok. Banyak yang mengasumsikan bahwa itu semua disebabkan oleh Rizieq karena Ia dulu memobilisasi massa sehingga akhirnya diambil keputusan tersebut termauk soal pemilihan Gubernur,” jelas Sugito.
Ia juga menyebutkan bahwa bukan pihaknya tidak mempercayai polisi sebagai para penegak hukum. Namun dalam kasus ini, polisi cenderung terlihat menjadi instrumen bagi para penguasa. Maka dari itu, Rizieq berharap para Ormas Islam memilih untuk melakukan pengaduan nasibnya ke Komnas HAM karena dinilai lebih netral.
“Komnas HAM bisa lebih menampung aspirasi teman-teman di Ormas Islam,” ungkapnya.
Ansufri Idrus Sambo selaku Presidium Alumni gerakan massa 2 Desember 2016 mengatakan bahwa perlakuan yang diterima Rizieq dari pihak aparat sudah tidak adil. Bahkan beberapa kali ada skenario untuk menyerang secara pribadi yang berakibat fatal mulai dari pencemaran nama baik hingga ditembak oleh sniper.
Hingga sekarang, polisi sudah mengaku siap untuk menjemput paksa Rizieq jika Ia tiba di Indonesia. Karena Rizieq sudah menghindar dari dua kali pemanggilan di Polda Metro Jaya. (Potret Berita)
